Rindu Rasul
RINDU RASUL
Nafasku tersekat dalam tangisan
Duhai, mengapa tak lepas bersama jeritan
Sesudahmu tiada lagi kebaikan dalam kehidupan
Aku menangis karena aku takut hidupku akan kepanjangan
Kala rinduku memuncak,
Kujenguk pusaramu dengan tangisan
Aku menjerit meronta tanpa mendapatkan jawaban
Duhai yang tinggal dalam tumpukan debu,tangisan memeluku
Kenangan padamu melupakan daku dari segala musibat yang lain
Jika engkau menghilang dari mataku kedalam tanah
Engkau tidak hilang dari hatiku yang pedih
Berkurang sabarku bertambah dukaku
Setelah kehilangan Khatamul Anbiya
Duhai mataku, cucurkan air mata sederas derasnya
Jangan kau tahan bahkan llinangan darah
Ya Rasul Allah, wahai kekasih Tuhan
Pelindung anak yatim dan dhuafa
Setelah mengucur air mata langit
Bebukitan,hutan, dan burung
Dan seluruh bumi menangis
Duhai jungjunganku
Untukmu menangis tiang-tiang Ka’bah
Bukit-bukit dan lembah Makkah
Telah menangisimu mihrab
Tempat belajar Al-Qur’an dikala pagi dan senja
Telah menangisimu Islam
Sehingga Islam kini terasing di tengah manusia
Sekiranya kau llihat mimbar yang pernah kau duduki
Akan kau llihat kegelapan setelah cahaya.